Aku ingat sekali. Kalau tidak salah sekitar satu tahun yang lalu, aku membuka gabywirahmawan.blogspot.com dan bertekad untuk melanjutkan petualangan dalam dunia blog. Bukan main-main, latar belakang diganti menjadi rasi bintang yang indah, layout dicocokan sesuai tema, animasi-animasi yang out to date diganti, gencar sekali lah pokoknya.
Di kala itu, aku berniat melanjutkan petualangan dengan konsep baru 'Coretan Rubah', sesi di mana aku menuangkan berbagai kisah hidupku, dari level sederhana sampai level gaib. Cerita pertamanya adalah kisah ketiga kaktusku. Bersemangat? Banget, sangat, sekali! Saking semangatnya, aku meminta tolong temanku, si ahli gambar digital, untuk menggambarkan mereka.
Sesemangat apapun Gaby pada waktu itu, kalian sudah tahu apa akhirnya. Gelora semangat menguap. Niat tinggal kenangan. Gaby, seperti yang sudah diduga, tidak melanjutkan petualangannya sampai tahun baru sekalipun.
LAH GAB SIA-SIA BANGET DONG? mengangguk setuju dari depan layar.
Tahun itu sudah lewat. Seragam putih biru Gaby telah memudar menjadi putih abu. Manusia datang dan pergi. Berbagai krisis semakin usil menghambat langkah. Palu dan gergaji bergelantungan memaksa anak-anak untuk menjadi dewasa. Kita berpikir semua sudah cukup ambyar dengan tawa, tangisan, dan kemarahan yang bercampur menjadi satu eh? Yah, kalau begitu berkenalanlah dulu dengan tahun 2020 hohoho.
Pandemi, menjadi Negara Api yang meraup seantero dunia. Semua orang terantai karenanya. Banyak hal yang harus dilakukan untuk mengusir negativitas di kala ini. Gaby ngapain? Enam puluh persennya mengkhayal sih. Terdengar tidak penting, tetapi sedikit banyak berguna dan RAME BANGET BENERAN DEH. Mari kita simpan cerita itu untuk lain hari, ketika kamu sudah membaca dengan minuman favoritmu.
Waktu yang dihasilkan pandemi ini sedikit banyak mengeluarkan keinginan terdalam kita. Membantu kita beristirahat sejenak dan mengenal diri sendiri. Memberikan kita kesempatan untuk mencoba hal baru yang tak pernah sempat dilakukan. Menyisipkan kesempatan untuk memulai kembali yang tertinggal. Dalam hal ini, keinginan untuk kembali blogging terpercik dalam diri Gaby.
Kenapa ya? Entahlah, Gaby sudah mencoba hal-hal baru kok seperti membuat kue dan memasak. Menulis pun sering aku lakukan dengan cerita fantasi di Wattpad yang aku update mingguan (seharusnya, sebelum jadwalku terganggu oleh PAS dan masalah lain sehingga aku rehat sebentar untuk menata semuanya).
LALU BUAT APA NGEBLOGGING LAGI GAB? Toh, blog sekarang kurang dibaca dibandingkan platform semacam Wattpad. Pertama-tama, SANTAI AJA KAKAK.
Benar sih. Aku sempat memikirkan itu juga. Namun, mungkin karena vibe di Wattpad berbeda. Di Wattpad, aku fokus mengembangkan kemampuan fiksiku, juga selalu terhura melihat pembaca, penyuka, dan pengomentar yang bertambah. Sudah pernah kucoba untuk menuangkan slice of life di sana, tetapi rasanya tidak enak saja gitu. Mungkin karena aku tidak suka mencampurkan dunia fiksi dengan dunia nyata, sesederhana apapun itu.
Aku memutuskan untuk menulis di blog sekaligus berkomunikasi dengan diri sendiri, menonton setiap kilas balik kehidupan entah manis atau pahit. Aku juga ingin untuk menyalurkan energi positif sebanyak mungkin kepada setiap kamu yang membaca. Yes, this pandemic is doing us hard. However I cannot help myself to sweep the tears from your eyes. I kinda hope that my weird cringey story can help you for a bit.
Aku bisa saja bercerita di akun Youtubeku dalam segmen 'Cerita Sebelum Tidur'. Sayangnya, aku tidak, bukan, BELUM ahli berbicara. Tidak mudah untuk mengutarakan semua pikiranku tanpa script. Setidaknya dengan menulis di sini, aku merasa lebih bebas. Aku tidak memusingkan banyak hal sementara waktu sebelum belajar berbicara. Aku tidak perlu memikirkan banyak pembaca atau likers yang kadang terjadi di platform menulis. Lagipula, dengan bercerita, aku bisa sambil menyemangati. Dengan menyemangati orang lain, aku juga kurang lebih menyemangati diri sendiri. Simbiosis mutualisme, bosque!
Jadi, apakah Gaby kembali ke dunia perblogan? Belum gais, masih ada hambatan ternyata! pembaca tepuk dahi.
Pernah tidak kalian mendapat dua atau lebih pilihan dan kalian bingung pilih yang mana? Nah, itu yang aku rasakan dua hari yang lalu. Gaby bimbang soal apakah Gaby tetap tinggal di blog lama atau membuat yang baru saja.
Geez, kebimbangan ini bahkan menghambatku hingga hari ini, detik-detik setelah aku sudah membuat blog baru. Blog lama, si Gabycoolkas memang menyimpan banyak kenangan. Ketika alamat urlnya masih infogabyimut (Gaby memang sempat alay. Maapkeun.) misalkan, aku mengirim banyak tulisan yang kudengar dan kulihat. Kemudian aku mulai bereksplorasi, melakukan coding sederhana pertamaku untuk menghias halaman blog. Blog ini menjadi saksiku bertransformasi meninggalkan masa alay, mengganti url, mengepost cerita-cerita (yang sekarang sudah kuhapus dari Wattpad), dan banyak lagi. They are too memorable.
Perasaan itu benar-benar menggantungku. Dan itu dia masalahnya menjadi orang netral. Memilih, apalagi memihak, itu sangat susah, Bung!
Kedua pilihan itu memiliki keuntungan dan konsekuensinya masing-masing. Jika aku meninggalkan blog lama, akan banyak kenangan yang harus kutinggalkan. Desain-desain yang kubuat juga sudah terlalu indah (untukku). Tetapi, jika aku menetap, rasanya akan banyak kesempatan baru yang terlewati. Akan banyak desain yang harus diulang.
Kebimbangan itu sampai aku bawa-bawa di poll Instagram. Bambangnya, hasilnya juga imbang. GIMANA INI TOLONG HOY!
Tetapi toh, kebimbangan memang selalu mewarnai hidup kita kan? Sederhananya saja, sewaktu kamu nongkie di cafe terkenal di kota. Hari itu, dua menu baru membuatmu kebingungan. Mau pesan green tea blend atau brown sugar bubble tea ya? Dua-duanya manis dan menarik, tetapi tentu saja kamu tidak bisa membeli keduanya. Bagaimana menghabiskannya? Bisa-bisa kembung dan sugar rush duluan.
DISCLAIMER: Tolong jangan beneran beli dua-duanya guis. Yang kebanyakan itu tidak baik. Aku saja sudah kapok sugar rush 12 jam.
Sejak balita kita sudah kebingungan, memilih boneka kelinci atau topi lucu. Sekarang kita bingung, mau menerima beasiswa universitas yang kurang menarik perhatian atau bekerja mati-matian untuk membiayai kuliah di universitas favorit. Wah wah, kebimbangan sudah seperti bos yang selalu muncul di setiap level dengan bar darah yang semakin tebal ya.
Komentar
Posting Komentar